Penyebaran model pakaian yang tidak sopan, serta paras yang mencolok, pemutaran film-film amoral melalui chanel-chanel tv dan internet, serta penyebaran kaset-kaset dan cd-cd hiburan yang tidak mendidik. Pencetakan buku-buku, majalah, dan novel yang bertentangan dengan etika dan membakar nafsu seks para remaja. Khususnya remaja yang sedang mengalami usia sensitif yaitu masa puber di mana mereka sangat mudah terpengaruh dan banyak lagi beragam fenomena penyimpangan sosial lainnya. Hal yang demikian itu akan memunculkan pelbagai pengaruh dan akibat seperti:
1. Ketidakstabilan rumah tangga.
Antara suami istri yang seharusnya mereka harus saling mempercayai, mereka tidak lagi memiliki kepercayaan dengan pasangannya. Ketika kepercayaan di antara mereka sudah tidak ada lagi maka keakraban dan kehangatan pun tidak akan terlihat lagi.
2. Kejahatan seksual.
Tentu kita semua menyaksikan pelbagai fenomena yang diakibatkan oleh penyimpangan sosial, di antaranya adalah munculnya pelbagai kebejatan seksual yang terjadi di masyarakat kita. Kiranya, saya tidak perlu lagi memberikan contohnya.
3. Kesenjangan
Kesenjangan sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat di mana sebagian kelompok hidup dalam kemewahan dan kelompok lainnya dalam kekurangan dan kemiskinan, dan yang kaya pun tidak memikirkan mereka yang papa. Kesenjangan sosial semacam ini mengakibatkan munculnya rasa cemburu di kalangan kaum miskin terhadap orang-orang kaya yang pada akhirnya timbullah pelampiasan rasa dendam mereka untuk berani mencuri dan membunuh sekalipun.
4. Kebejatan moral.
Yang patut disayangkan adalah apabila para remaja sudah terseret pada kebejatan moral dan tidak mampu mengendalikan dirinya. Jika seseorang sudah terseret pada kebejatan moral dan tidak mampu mengendalikan dirinya maka ia akan kehilangan nilai-nilai spiritual dan religius. .
5. Perusakan keyakinan.
Bahwa perilaku manusia memiliki pengaruh timbal balik terhadap keyakinannya yakni sebagaimana yang rusak ia akan menghasilkan perilaku yang rusak, perilaku yang buruk juga akan merusak keyakinan manusia.
6. Tidak kenal diri dan ikut-ikutan orang lain.
Manusia-manusia yang tidak memiliki keimanan yang kuat ia tidak akan mampu membentengi dirinya di hadapan pelbagai macam godaan duniawi. Ia akan menerima segala apa yang ditawarkan, khususnya generasi muda dan para remaja, karena mereka sedang dalam usia yang betul-betul sensitif dan lebih mudah dipengaruhi, yang akibatnya akan menghilangkan jati diri mereka sehingga mudah terbujuk dan terpengaruh pihak lain. Mereka bagaikan bangkai yang mengikuti arus sungai.
1. Ketidakstabilan rumah tangga.
Antara suami istri yang seharusnya mereka harus saling mempercayai, mereka tidak lagi memiliki kepercayaan dengan pasangannya. Ketika kepercayaan di antara mereka sudah tidak ada lagi maka keakraban dan kehangatan pun tidak akan terlihat lagi.
2. Kejahatan seksual.
Tentu kita semua menyaksikan pelbagai fenomena yang diakibatkan oleh penyimpangan sosial, di antaranya adalah munculnya pelbagai kebejatan seksual yang terjadi di masyarakat kita. Kiranya, saya tidak perlu lagi memberikan contohnya.
3. Kesenjangan
Kesenjangan sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat di mana sebagian kelompok hidup dalam kemewahan dan kelompok lainnya dalam kekurangan dan kemiskinan, dan yang kaya pun tidak memikirkan mereka yang papa. Kesenjangan sosial semacam ini mengakibatkan munculnya rasa cemburu di kalangan kaum miskin terhadap orang-orang kaya yang pada akhirnya timbullah pelampiasan rasa dendam mereka untuk berani mencuri dan membunuh sekalipun.
4. Kebejatan moral.
Yang patut disayangkan adalah apabila para remaja sudah terseret pada kebejatan moral dan tidak mampu mengendalikan dirinya. Jika seseorang sudah terseret pada kebejatan moral dan tidak mampu mengendalikan dirinya maka ia akan kehilangan nilai-nilai spiritual dan religius. .
5. Perusakan keyakinan.
Bahwa perilaku manusia memiliki pengaruh timbal balik terhadap keyakinannya yakni sebagaimana yang rusak ia akan menghasilkan perilaku yang rusak, perilaku yang buruk juga akan merusak keyakinan manusia.
6. Tidak kenal diri dan ikut-ikutan orang lain.
Manusia-manusia yang tidak memiliki keimanan yang kuat ia tidak akan mampu membentengi dirinya di hadapan pelbagai macam godaan duniawi. Ia akan menerima segala apa yang ditawarkan, khususnya generasi muda dan para remaja, karena mereka sedang dalam usia yang betul-betul sensitif dan lebih mudah dipengaruhi, yang akibatnya akan menghilangkan jati diri mereka sehingga mudah terbujuk dan terpengaruh pihak lain. Mereka bagaikan bangkai yang mengikuti arus sungai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar