Selasa, 29 Desember 2009

Ayo... Bertukar Pikir Denganku!!!

Cerita Tentang Penyensoran

Kisruh dalam dunia perfilman Indonesia akhir-akhir ini menyita perhatian publik. kisruh yang terjadi ditengah bangkitnya semaraknya film anak negeri menghiasi berbagai macam poster tontonan di bioskop yang selama ini di dominasi oleh film buatan Holywood dan Bolywood. Bagi mereka yang berada ditengah-tengah industri perfilman tentunya hal yang sangat penting, sesuatu yang harus diperjuangkan, sesuatu yang diyakini walupun akan berseberangan dengan yang diyakini oleh sebagian kelompok lain.

Dalam ranah budaya khususnya film bagaikan sebuah ruangan besar dan mewah, yang diributkan adalah persoalan layak atau tidak sebuah film disensor sedemikian rupa hingga dianggap tidak menghargai hasil cipta karya si pembuat film dan merugikan konsumen.

Pada awalnya sebuah film adalah sebuah cerita khayalan yang penuh imajinasi namun tak pernah terlepas dari realitas sosial yang ada. Sebuah film juga merupakan sebuah cerminan realita yang diangkat ke layar, disaksikan oleh banyak orang dengan tujuan hiburan alias entertaiment. Harapan akan sebuah hiburan yang mempertontonkan diri sendiri seakan sirna begitu sebuah lembaga yang diberi kuasa oleh negara untuk menggunting atau menghapus sebagian film karena dianggap akan merusak sebuah tatanan masyarakat yang telah mapan serta stabil.

Jikalau ditilik lebih dalam lagi seperti pertempuran antara kaum modren dengan kaum konsevatif, yang satu menginginkan sebuah kebebasan dalam berkarya, kelompok lain menginkan semuanya mesti berada dalam rel atau jalur yang telah ditentukan, kalau keluar jalur siap-siap aja di lempar. Bangsa ini masih membutuhkan waktu lagi untuk bisa menuju era modren karena budaya masyarakat yang beragam serta tingkat pendidikan penduduk yang begitu rendah sehingga belum siap menerima segala sesuatu dari luar. Belum bisa menentukan yang mana yang benar dan salah (padahal adalah tanggung jawab dan kewajiban negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar